Dalam Rembuk Stunting Desa/Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman tahun sebelumnya PMT Stunting masih tetap dianggarkan karena masih ada data anak yang stunting dan anak baduta kurang gizi sesuai data yang dikeluarkan pihak puskesmas. Yang mana Nagari pada tahun 2025 akan menganggarkan Dana Desa sebanyak Rp. 33.695.000, Untuk kegiatan pelatihan Kader/Masyarakat. Didalam pertemuan rembuk stunting/rapat Tim RDS pada tahun anggaran 2024 disepakati dalam pemberian PMT tidak lagi berupa makanan yang sudah siap saji seperti roti biskuit, tapi makanan yang dimasak langsung oleh kader sesuai rekomendasi ahli gizi dan diberikan/dimakan anak saat kegiatan posyandu bulanan.
Kami sebagai TPP mendampingi Tim RDS dalam pertemuan atau rapat TIM RDS yang mana disepakati pembagian tim memasak serta kesepakatan jadwal pemberian. Anggaran tersebut digunakan untuk pembelian bahan memasak setiap kegiatan akan dilaksanakan sesuai jumlah porsi yang akan diberikan. Kegiatan memasak ini melibatkan 5 orang kader/masyarakt per korong yang dalam satu kali jadwal kegiatan memasak dilaksanakan melibatkan 10-15 orang orang yang memasak sehingga di erkiakan Kader/Masyarakat yang akan terlibat sebayak 90 Orang.
TPP memberikan masukan dan gagasan dalam pemberian
makan tambahan anak Baduta satu kali dalam sebulan (satu kali dimasak, makan
langsung) yaitu dengan PMT yang dimasakan (siap makan) sesuai rekomendasi
bagian gizi puskesmas dan langsung dimakan dilokasi kegiatan posyandu yang
dikontrol Tim RDS. Ide ini muncul merupakan hasil evaluasi kegiatan tahun
sebelumnya yaitu pemberian PMT berupa bahan baku. Sekalian kegiatan ini
mengintegrasikan kegiatan PKK, Tim RDS dan Kader dalam upaya penurunan angka
stunting dan gizi anak baduta di Nagari Kuranji Hulu dan meningkatkan
keterampilan Kader yandu dalam pengolahan makanan PMT. Disamping itu kami
sebagai TPP berperan aktif dalam pendampingan baik diperencanaan kegiatan, kegiatan
proses memasak dan proses pemberian PMT.
Yang melatar belakangi kegiatan pelatihan pembuatan PMT
yang dimasakan langsung oleh kader, karena hasil evaluasi RDS dan KPM di
lapangan pada kegiatan posyandu PMT tahun sebelumnya dengan PMT yang diberikan
berupa bahan makanan yang sudah siap sajo seperti roti biskuit, sehingga dengan
PMT yang diberikan tidak dampak dan bermanfaat untuk anak yang di dilihat dari
berat badan, sebab ada indikasi orang tua kurang terampil dalam pengolahan
makanan, dan PMT berupa bahan baku dimakan bersama di keluarga (kurang maksimal
sasaran PMT nya). Disamping itu kegiatan di integrasikan dengan PKK, Tim RDS
dan Kader ini dapat meningkatkan keterampilan terutama kaum ibu atau perempuan
dalam memasak sesuai rekomendasi bagian gizi puskesmas yaitu makanan yang
bergizi dan sehat serta bervariasi.
TPP memberikan masukan dan gagasan dalam pemberian
makan tambahan anak Baduta satu kali dalam sebulan (satu kali dimasak, makan
langsung) yaitu dengan PMT yang dimasakan (siap makan) sesuai rekomendasi
bagian gizi puskesmas dan langsung dimakan dilokasi kegiatan posyandu yang
dikontrol Tim RDS. Ide ini muncul merupakan hasil evaluasi kegiatan tahun
sebelumnya yaitu pemberian PMT berupa bahan baku. Sekalian kegiatan ini
mengintegrasikan kegiatan PKK, Tim RDS dan Kader dalam upaya penurunan angka
stunting dan gizi anak baduta di Nagari Kuranji Hulu dan meningkatkan
keterampilan Kader yandu dalam pengolahan makanan PMT. Disamping itu kami
sebagai TPP berperan aktif dalam pendampingan baik diperencanaan kegiatan, kegiatan
proses memasak dan proses pemberian PMT.
Yang melatar belakangi kegiatan pelatihan pembuatan PMT
yang dimasakan langsung oleh kader, karena hasil evaluasi RDS dan KPM di
lapangan pada kegiatan posyandu PMT tahun sebelumnya dengan PMT yang diberikan
berupa bahan makanan yang sudah siap sajo seperti roti biskuit, sehingga dengan
PMT yang diberikan tidak dampak dan bermanfaat untuk anak yang di dilihat dari
berat badan, sebab ada indikasi orang tua kurang terampil dalam pengolahan
makanan, dan PMT berupa bahan baku dimakan bersama di keluarga (kurang maksimal
sasaran PMT nya). Disamping itu kegiatan di integrasikan dengan PKK, Tim RDS
dan Kader ini dapat meningkatkan keterampilan terutama kaum ibu atau perempuan
dalam memasak sesuai rekomendasi bagian gizi puskesmas yaitu makanan yang
bergizi dan sehat serta bervariasi. Kegiatan Pelatihan ini akan di mulai tanggal 21 s/d 25 Juni 2025. Sehingga Dampak dari kegiatan ini bisa Meningkatkan pemberian gizi PMT kepada anak Baduta didesa,
serta peningkatan keterampilan kader/masyarakat perempuan desa yang terlibat. Adapun Hasil kegiatan ini Sebayak 90 Orang Kader/Masyarakat sudah bisa dan mampu
mengolah bahan baku menjadi PMT yang bergizi yang bisa disajikan dan diberikan
kepada anak baduta pada kegiatan posyandu.
Untuk kedepan pengembangan kegiatan ini bisa berlanjut sehingga Pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan,
Memperluas keterlibatan perempuan dalam kegiatan ini dimanfaatkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar